Sejarah Indonesia

Candi Songgoriti yang pernah diajukan sebagai salah satu keajaiban dunia

Ini candi keunikannya adalah dikepung oleh vila-vila. Jaraknya nggak terlalu jauh dari candinya, dan airnya masih menggelegak. Tapi kemudian dijadikan sebagai tempat penyucian untuk pusaka, Dan mungkin karena pusaka itu bertuah ya, sehingga airnya menjadi panas.

Ini candi keunikannya adalah dikepung oleh vila-vila. Ini dia Candi Songgoriti. Jadi kompleks candi ini satu kompleks dengan sebuah hotel dan sebuah pemandian air panas. Kebetulan karena Covid ini, hotelnya berhenti beroperasi, dan itu adalah adalah lokasi candinya.

Jadi di sini kita berada di Candi Songgoriti. Candi yang menurut saya ‘ya, menurut saya,  Salah satu candi tertua di Jawa Timur. Salah satu ‘ya. Diperkirakan dia dibangun masa Mpu Sindok. Yakni pada masa kerajaan Medang, periode Jawa Timur.

Candi Songgoriti yang pernah diajukan sebagai salah satu keajaiban dunia

Ada yang menarik dengan Candi Songgoriti ini. Mari teman-teman ke sini. Jadi ini lokasi candi. Tidak jauh dari lokasi candi, itu ada dua sumber mata air. Yang pertama ini sumber mata air panas. Jadi, teman-teman bisa lihat, jaraknya nggak terlalu jauh dari candinya.

Dan airnya masih menggelegak. Masih kelihatan menggelegak ya. Nah, tak jauh dari air panas, hanya beberapa meter, ada sumber air dingin. Ini adalah air dingin. Teman-teman bisa lihat ya. Jadi teman-teman bisa bayangkan, jarak candi cuma berapa jengkal, berapa meter saja.

Ada dua sumber mata air yang memiliki dua suhu yang berbeda. Dan di dunia, hanya di sini satu-satunya ada candi yang punya kondisi seperti ini. Itulah sebabnya, konon candi ini pernah diajukan sebagai salah satu keajaiban dunia.

Dengan memperhatikan dua sumber mata air ini. Dan tidak hanya di situ saja, terlihat sekali di bawah candi ini merembeskan air. 

Di bagian bawah batur atau teras candi juga merembeskan air.  Saya menduga di bawah candi ini terdapat sungai bawah tanah. Konon sumbernya dari Gunung Welirang.

Tidak hanya adanya mata air, Kalau kita perhatikan bagian batur candi di sisi timur, dan utara ini,  Yang beruntung karena masih tersisa dan berbentuk, banyak terdapat jaladwara atau saluran air.

Semua ini membawa asumsi bahwa candi ini didirikan di atas kolam air. Mungkin kolam air hangat, jika melihat dua mata air dengan suhu berbeda tadi. Asumsi lebih jauh adalah candi ini adalah candi patirtan (tempat air suci)

Sekarang kita perhatikan bangunan candinya. Candi ini kecil karena yang yang terlihat ini adalah sisanya, yakni kaki candi saja. Candi ini berlanggam Jawa Tengah, bukan era Jawa Timur. 

Dan secara keseluruhan bentuknya mengingatkan kita pada candi-candi Hindu di Jawa Tengah, misalnya Gedong Songo.Kedua, reliefnya juga berlanggam Jawa Tengah. Reliefnya menonjol jelas, hampir setengah patung. Gayanya naturalis dan seimbang bila dibandingkan relief Majapahit.

Menghadap ke muka, dekorasinya wajar, dan miskin background. Candi ini beraliran Siwa dan memiliki 4 penampil. Arcanya sayangnya sudah rusak dan hilang. 

Pada sisi utara terdapat arca Durga Mahesasuramardini, Namun tinggal kakinya saja, di atas seekor kerbau.

Candi ini memiliki struktur yang presisi dan seimbang, seandainya tidak hancur. Terdapat sudut di badan candi yang seharusnya berjumlah 8, dan ini mengingatkan kita pada konsep Astadala. Yakni 8 dewa arah mata angin dengan Dewa Siwa di pusatnya, 

Karena di bagian garba utama ditemukan lingga-yoni sebagai simbol Dewa Siwa. Jika keempat penampil ditarik lurus ke atas, Kita bisa mengasumsikan atap candi pastilah terdapat 1 puncak dikelilingi 4 pucuk yang lebih rendah, 

Sesuai konsep gunung mahameru yang di kelilingi 4 gunung. Atau 8 puncak yang lebih kecil mengelilingi 1 puncak besar sesuai konsep Astadala. 

Semua ini adalah gaya khas candi Hindu era Jawa Tengah. Seandainya masih utuh dan lengkap tentulah candi ini tidak hanya indah, 

Tapi sangat mengherankan karena berdiri di atas kolam air hangat. Konon, dahulu candi ini bernama candi Pu Gandring. 

Nama lainnya lagi adalah Candi Supo, karena menurut tradisi masyarakat, Ada seorang ahli pembuat pusaka bernama Pu Supo dari Majapahit yang membangun candi ini. 

Terlepas dari benar tidaknya tradisi tutur tersebut, dua nama empu tersebut sama-sama ahli logam.Yang mungkin dalam ingatan lamat-lamat masyarakat bahwa daerah songgoriti adalah wilayah para pengrajin logam di zaman Jawa Kuno.

Menurut mitos, air panas ini asalnya adalah tempat mencuci pusaka. Jadi konon, tempat ini sangat sejuk. Tapi kemudian dijadikan sebagai tempat untuk penyucian pusaka. Dan mungkin karena pusaka itu bertuah ya, banyak yang bertuah,

Sehingga airnya menjadi panas sampai hari ini. Nama songgoriti sendiri berasal dari istilah sanggha yang artinya sekelompok, dan riti yang artinya logam. 

Menurut keyakinan masyarakat sumber air panas candi ini mengandung unsur besi. Di zaman dimana kebutuhan akan pedang dan tombak masih besar, Serta alat-alat pertanian dan seni kerajinan masih dari logam, 

Tentulah wilayah songgoriti kala itu adalah tempat favorit bagi semua kalangan, dan sangat berkembang. Mungkin di zaman sekarang adalah daerah perindustrian.

Candi songgoriti besar kemungkinan diperuntukkan bagi para perajin logam yang melegenda ini. Candi ini unik bahkan sejak di zamannya, karena berdiri di atas kolam air panas. Yang mata airnya masih lestari hingga sekarang.

Seandainya kita bisa melihat keadaannya yang semula, Tentulah sangat menakjubkan, karena hingga zaman sekarang pun, di seantero dunia, Tidak ada bangunan suci yang seperti itu.

Sumber: ASISI channel

Baca juga: Makhluk aneh penghuni Candi Surowono Kediri, Jawa Timur

Tinggalkan Balasan

Back to top button