Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bagaimana Sejarah Palestina dan Israel Terbentuk?

Hai, sahabat! Apakah kalian pernah penasaran bagaimana sejarah Palestina dan Israel terbentuk? Konflik antara kedua negara ini telah berlangsung selama puluhan tahun dan memiliki akar yang sangat kompleks. Dari perang, pembagian wilayah, hingga perjuangan politik, setiap peristiwa dalam sejarah kawasan Timur Tengah ini telah membentuk dinamika hubungan antara Palestina dan Israel. Mari kita telusuri lebih jauh bagaimana kedua negara ini terbentuk dan mengapa konflik mereka masih terus berlanjut hingga saat ini.

Israel and Palestine history

Asal Usul Palestina dan Israel

Sejarah Palestina dari zaman kuno

Dari zaman Mesir kuno hingga kekuasaan Romawi, Palestina telah menjadi pusat sejarah dan kebudayaan yang kaya. Pada masa itu, daerah tersebut dikuasai oleh berbagai kekuatan seperti Kerajaan Israel kuno, Kerajaan Yehuda, dan Kerajaan Roma. Palestina juga merupakan tempat di mana agama-agama besar seperti Islam, Kristen, dan Yudaisme berakar dan berkembang.

🏛️

Pembentukan Negara Israel

Setelah Perang Dunia II dan Holocaust, Dewan Umum PBB mengadopsi rencana pembagian Palestina ke dalam dua negara, Israel dan Palestina. Pengadopsian rencana partisi tersebut pada tahun 1947 menyebabkan terjadinya konflik antara penduduk Arab dan Yahudi di Palestina. Pada tanggal 14 Mei 1948, David Ben-Gurion memproklamasikan kemerdekaan Negara Israel, yang langsung diakui oleh sejumlah negara tetangga termasuk Amerika Serikat dan Uni Soviet.

🕊️

Konflik Awal antara Palestina dan Israel

Deklarasi Kemerdekaan Israel pada tahun 1948 memicu konflik bersenjata dengan negara-negara Arab di sekitarnya. Lima negara Arab, yakni Mesir, Yordania, Suriah, Irak, dan Libanon, menyerbu wilayah Israel dengan tujuan untuk menghapuskan negara baru tersebut. Perang yang terjadi selama setahun tersebut dikenal sebagai Perang Arab-Israel 1948 dan berakhir dengan kemenangan pihak Israel, yang kemudian menguasai sebagian besar wilayah Palestina yang direncanakan untuk negara Palestina di rencana PBB.

⚔️

Perang Arab-Israel dan Konflik Teritorial

Perang Enam Hari

Pada tahun 1967, terjadi Perang Enam Hari antara Israel dan negara-negara Arab yang berlangsung dari 5 Juni hingga 10 Juni. Konflik ini dimulai ketika negara-negara Arab, termasuk Mesir, Yordania, Suriah, Irak, dan Kuwait, membentuk aliansi militer dengan tujuan mencaplok Israel. Israel kemudian melancarkan serangan terhadap negara-negara Arab tersebut sebagai tindakan preventif. Dalam waktu enam hari, Israel berhasil menguasai Gaza Strip dari Mesir, Tepi Barat dari Yordania, dan Dataran Tinggi Golan dari Suriah.

Intifada Pertama

Intifada pertama, yang disebut juga sebagai Intifada Batu, meletus pada bulan Desember 1987 di wilayah pendudukan Israel di Palestina. Pemicu utama dari Intifada ini adalah ketegangan yang terus meningkat antara penduduk Palestina dan pasukan keamanan Israel, serta penindasan yang dialami oleh penduduk Palestina. Intifada pertama berlangsung selama beberapa tahun dan menimbulkan dampak besar terhadap kedua belah pihak, baik dari segi korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur di wilayah tersebut.

Perjanjian Oslo

Pada tanggal 13 September 1993, Perjanjian Oslo ditandatangani antara Israel dan Otoritas Palestina di Gedung Putih di Washington, D.C. Perjanjian ini menciptakan proses perdamaian antara Israel dan Palestina dengan membentuk otoritas otonomi bagi Palestina di beberapa wilayah yang diduduki oleh Israel. Meskipun Perjanjian Oslo diharapkan dapat membawa perdamaian jangka panjang antara kedua belah pihak, konflik teritorial dan politik masih terus berlanjut hingga saat ini.

Situasi Terkini di Palestina dan Israel

Konflik di Jalur Gaza

Konflik yang terus berlanjut di wilayah Gaza antara Israel dan kelompok-kelompok Palestina telah menyebabkan kerusakan besar dan korban jiwa di kedua belah pihak. Serangan udara Israel dan serangan roket dari kelompok-kelompok Palestina terus terjadi, meningkatkan tensi konflik di daerah tersebut. Selain itu, kekurangan pasokan listrik dan air bersih semakin memperburuk kondisi kemanusiaan penduduk Gaza yang sudah terjebak dalam blokade selama bertahun-tahun.

Perluasan Pemukiman Israel

Pemukiman Israel di Tepi Barat terus berkembang, hal ini telah mempersulit prospek perdamaian antara Israel dan Palestina karena pelanggaran terhadap Resolusi PBB dan hukum internasional. Pemukiman-pemukiman ilegal ini tidak hanya merampas tanah Palestina, tetapi juga menghancurkan rumah-rumah warga Palestina dan merampas sumber daya alam yang seharusnya menjadi hak mereka. Perluasan pemukiman ini juga menjadi hambatan besar dalam negosiasi perdamaian antara kedua belah pihak.

Upaya Perdamaian Terbaru

Upaya-upaya internasional dan regional telah dilakukan untuk memediasi perdamaian antara Israel dan Palestina. Salah satunya adalah Konferensi di Paris yang melibatkan berbagai negara untuk mencari solusi yang dapat membawa kedamaian bagi kedua belah pihak. Namun, upaya-upaya perdamaian tersebut masih dihadapi dengan berbagai tantangan dan ketegangan yang tinggi antara Israel dan Palestina. Selain itu, kurangnya kepercayaan antara kedua belah pihak juga menjadi penghalang utama dalam proses perundingan perdamaian.

Sejarah Palestina dan Israel sangat kompleks dan penuh dengan konflik. Perjalanan panjang konflik ini telah mempengaruhi kehidupan masyarakat Both Palestina dan Israel. Baca lebih lanjut di artikel Sejarah Palestina dan Israel untuk memahami konflik ini dari perspektif sejarah.