Penulisan Sejarah Naratif, bagaimana caranya?

Penulisan Sejarah Naratif

Penulisan Sejarah Naratif

Ada banyak jenis gaya penulisan yang berbeda, tetapi yang paling populer adalah penulisan sejarah naratif. Ini menceritakan sebuah kisah yang terjadi di masa lalu. Anda perlu mengetahui cara menulis artikel jenis ini sehingga Anda dapat menceritakan pengalaman Anda kepada orang lain dan membagikannya kepada orang lain yang ingin mengetahui apa yang terjadi dalam sejarah. Berikut ini beberapa tips untuk menulis narasi yang menarik:

Perkenalkan karakter utama

  • Perkenalkan tokoh utama Anda dalam adegan yang menunjukkan aksi.
  • Gunakan dialog untuk menggerakkan cerita.
  • Rujuk ke judul dengan nama belakang saja.
  • Tambahkan humor dan kesedihan jika sesuai.
  • Gunakan deskripsi dengan menahan diri

Gunakan dialog untuk menggerakkan cerita

Dialog adalah cara yang bagus untuk menggerakkan cerita Anda. Seorang karakter mungkin mengatakan sesuatu yang mengungkapkan kepribadiannya, atau bisa juga digunakan untuk menjelaskan apa yang terjadi dalam plot. Dialog juga dapat digunakan untuk pertanda-dengan mengisyaratkan peristiwa di masa depan, Anda akan membuat pembaca tertarik pada apa yang terjadi selanjutnya.

Hal yang sama juga berlaku saat menetapkan latar dan menciptakan ketegangan: dialog dapat membantu mengatur suasana hati dengan menggunakan kata-kata atau frasa yang sesuai dengan nada adegan apa pun yang menjadi bagiannya, sekaligus membantu membangun ketegangan dengan mengungkapkan informasi secara perlahan (jika ada).

Rujuk ke judul dengan nama belakangnya saja

Apabila merujuk ke judul, selalu gunakan nama belakangnya. Misalnya, alih-alih mengatakan “pidato presiden”, katakanlah “pidato Presiden Trump.” Pengecualian untuk aturan ini adalah, apabila judul itu sendiri adalah nama seseorang dan bukan hanya pekerjaan atau jabatannya.

Misalnya, jika Anda menulis tentang George Wilson (bukan nama aslinya), Anda bisa mengatakan “George Wilson mengatakan…” sebagai lawan dari mengatakan “Presiden mengatakan…”

Tambahkan humor dan kesedihan jika sesuai

Humor dan pathos adalah cara yang bagus untuk melibatkan pembaca Anda, jadi jika ada bagian yang lucu atau mengharukan dari penulisan sejarah naratif Anda, pastikan untuk memasukkannya. Cara terbaik adalah dengan menuliskannya seperti yang terjadi (jika memungkinkan).

Gunakan deskripsi dengan menahan diri

Deskripsi harus digunakan dengan menahan diri, namun bisa menjadi alat yang efektif untuk membantu pembaca memvisualisasikan sebuah adegan. Deskripsi digunakan dalam penulisan sejarah naratif untuk memperjelas suatu cerita, bukan untuk memperindahnya.

Tujuannya adalah untuk menggambarkan adegan atau penampilan orang tanpa membuat mereka tampak lebih besar dari kehidupan atau lebih menarik daripada yang sebenarnya. Misalnya, alih-alih menggambarkan betapa tampannya Abraham Lincoln, gunakan deskripsi untuk menggambarkan ciri-cirinya: dia memiliki rambut hitam, mata cokelat dan alis tebal yang melengkung di atas matanya.

Ketika menggambarkan perasaan dan emosi, hindari menggunakan kata sifat seperti sedih atau bahagia kecuali Anda yakin bahwa kata-kata ini secara akurat menggambarkan perasaan tersebut pada saat peristiwa yang sedang dijelaskan (misalnya jika seseorang kehilangan ibunya). Daripada mengatakan bahwa John Brown sedih setelah membunuh lima orang di Kansas City pada tahun 1856; katakan apa yang dia lakukan yang menunjukkan tanda-tanda kesedihan (misalnya: “Setelah kembali ke rumah dari Kansas City di mana dia membunuh lima orang…”). Hindari menggunakan superlatif seperti “sangat” ketika menggambarkan emosi seseorang – itu akan membuat tulisan Anda terdengar klise dan palsu.

Ketika mendeskripsikan detail latar seperti kondisi cuaca selama pertempuran atau tempat-tempat bersejarah saat ini, daripada menyebutkannya secara singkat, Anda sebaiknya menggunakan kalimat pasif (i

Gunakan subjudul dengan hemat, jika ada (meskipun bisa membantu)

Subjudul berguna untuk mengatur informasi. Subjudul dapat membantu pembaca untuk menemukan informasi spesifik karena subjudul memberi tahu mereka apa yang akan datang, tetapi subjudul harus digunakan dengan hemat dan hanya jika diperlukan.

Aturan praktis yang baik adalah ini: jika Anda memerlukan subjudul untuk mengatur esai Anda, maka mungkin terlalu panjang dan Anda harus memecahnya menjadi beberapa paragraf sebagai gantinya.

Narasi Anda akan lebih hidup jika Anda mengikuti tujuh tips ini.

Jadi, bagaimana menurut Anda? Apakah kiat-kiat ini bermanfaat? Apakah Anda memiliki kiat lain untuk menulis sejarah naratif? Atau pertanyaan tentang bagaimana mempraktikkannya?

Anda sudah memiliki alat untuk membuat tulisan sejarah naratif Anda menjadi hidup. Anda tahu bagaimana memperkenalkan karakter utama Anda, dan Anda siap untuk melanjutkan dari sana dengan dialog dan deskripsi-tetapi tidak terlalu banyak dari keduanya! Anda dapat memandu pembaca melalui cerita dengan menggunakan subjudul secukupnya (jika ada) dan dengan menjaga agar setiap bagian cukup pendek agar pembaca dapat memahami tujuannya.

Mengapa penulisan sejarah di indonesia pada umumnya bersifat naratif?

Deskriptif-naratif adalah penulisan sejarah dengan penyampaian yang mengutamakan kronologis sesuai dengan urutan waktunya. Penulisan deskriptif-naratif menggunakan cara berpikir diakronik yang dilakukan untuk menyampaikan urutan jalannya sebuah peristiwa saja.

Apa pendekatan yang dipakai dalam penulisan sejarah keluarga?

Penulisan sejarah keluarga bisa dilihat dari berbagai pendekatan dengan ilmu lain, seperti sosiologi, antropologi, politik, ekonomi, dan lainnya.

Sebutkan 3 perkembangan historiografi di Indonesia!

Berdasarkan buku Sejarah Kelas X yang ditulis oleh Yuliani, S.Pd, perkembangan historiografi di Indonesia dibagi menjadi tiga, yaitu:
1. Historiografi tradisional
2. Historiografi kolonial
3. Historiografi modern

Pos terkait