Bagaimana penulisan sejarah Indonesia pada masa awal kemerdekaan? Jelaskan!

penulisan sejarah Indonesia pada masa awal kemerdekaan

Indonesia, negara terbesar ketiga di dunia, adalah rumah bagi lebih dari 250 juta orang dan lebih dari 17.000 pulau. Indonesia adalah tempat yang beragam dengan sejarah yang kaya yang membentang ribuan tahun yang lalu. Negara ini memperoleh kemerdekaan dari Belanda pada tahun 1945 setelah beberapa dekade perjuangan dan kekacauan. Selama masa transisi ini, banyak orang Indonesia yang menulis tentang masa lalu bangsa mereka, dan teks-teks ini masih membentuk bagaimana kita memahami Indonesia saat ini.

Buku sejarah Indonesia pertama

Buku sejarah Indonesia pertama ditulis oleh seorang Belanda, dan diterbitkan pada tahun 1930-an. Penulisnya, Van Dijk, tinggal di Indonesia selama lebih dari 20 tahun sebelum dia menulis tentang sejarahnya. Bukunya berjudul Indonesische Geschiedenis (Sejarah Indonesia). Buku itu diterbitkan dalam bahasa Belanda.

Perubahan dalam historiografi

  • Beberapa sejarawan yang lebih terkenal antara lain:
  • John Murdoch, yang berfokus pada perspektif internal.
  • Asvi Warman Adam, yang juga berfokus pada perspektif internal.
  • Denny Indrayana dan Budiardjo, yang keduanya dikaitkan dengan naiknya Suharto ke tampuk kekuasaan di bawah Orde Baru dan sesudahnya (Denny Indrayana) atau pemerintahan Sukarno (Budiardjo).

Kesimpulan

Penulisan sejarah berubah di Indonesia selama awal kemerdekaan, dengan lebih banyak sejarah baru yang ditulis dan kecenderungan untuk menekankan perspektif internal.

Hal ini mungkin karena para pemimpin Indonesia ingin agar negara ini berfokus pada rakyatnya sendiri daripada pengaruh asing; lagi pula, kemerdekaan baru saja dicapai lima tahun sebelumnya.

Bagaimanapun, sangat menarik bagaimana sejarah telah berubah dari waktu ke waktu, dan seberapa banyak sejarah akan terus berubah di masa depan!

Baca juga 11 contoh perubahan dan keberlanjutan dalam sejarah Indonesia dan dunia

Meskipun sejarah Indonesia itu kompleks, penting untuk diingat bahwa negara kita telah mengalami banyak tantangan sejak kemerdekaannya. Kita memiliki kewajiban untuk melestarikan sejarah kita, sehingga generasi mendatang dapat memahaminya sebaik yang kita lakukan saat ini.

Pos terkait